Konsultan pencitraan merupakan  kelompok profesional yang bertugas membuat “si jagoannya” memiliki citra menarik di mata publik. Hal ini bertujuan untuk menjadikan publik suka dan akhirnya menjatuhkan pilihannya. Istilah lainnya disebut juga sebagai “pencitraan.” Ada tiga bidang yang sangat erat kaitannya dengan pencitraan dan sangat membutuhkan peran kosultan pencitraan yang diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

Ekonomi: Konsultan Pecitraan Membuat Bidang Ekonomi Lebih Kompetitif

Ekonomi  berlandaskan penampilan yang berkembang dan sangat kompetitif ini telah membuat profil digital sebagai bagian yang sangat penting ketika mencari kesempatan kerja. Pekerjaan lepas telah meningkat hingga 43% di Inggris sejak 2008, menurut sebuah survei yang dikeluarkan IPSE, dan sebuah laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan peranti lunak Intuit memprediksi bahwa 40% dari tenaga kerja AS akan terdiri dari pekerja independen pada 2020.  Para konselor memberi tahukan orang-orang untuk memberikan tiga hingga empat kata-kata yang merefleksikan diri otentik mereka berdasarkan pendapat Ilana Gershon, seorang junior profesor antropologi di Indiana University Bloomington. Para pencari kerja berdasarkan data yang sudah dipaparkan merupakan lahan yang sangat potensial untuk dimasuki oleh para penyedia jasa konsultan pencitraan untuk menambah nilai jual dan citra diri pelamar kerja.

Bisnis: Promosi dari Konsultan Pencitraan dalam Keperluan Bisnis

Dalam konteks pembelajaran bisnis, pencitraan tokoh-tokoh itu sangat membantu untuk menjelaskan tentang kekuatan merek dan pembeda . Bahwa pesan tentang merek wajib dikirim lewat aktivitas-aktivitas nyata yang mudah dilihat, didengar, dan dimengerti. Bahwa merek tidak akan menancap di benak konsumen jika hanya lewat poster atau baliho yang memajang foto senyum. Indera konsumen perlu dilibatkan hadir dalam kisah nyata yang dibangun merek. Itu menjadi tugas wajib dari penyedia layanan konsultan pencitraan.

Meningkatnya promosi diri dan kemitraan pencitraan pada media social, menjadi wajah kedua pada masyarakat untuk membangun citra pribadi. Selain itu juga memikirkan bagaimana citra yang hendak  tampilkan di dunia daring dan impresi yang ditinggalkan kepada teman-teman, para klien, kolega dan bahkan calon perusahaan atau sponsor. Pencitraan menggambarkan sebuah citra produk yang tak bercela dan konsisten – bayangkan slogan merek terkenal seperti “Yang terbaik yang dapat diperoleh seorang pria.” Manusia tidak bekerja seperti itu. Kita rumit dan berbuat kesalahan. Terdapat resiko menciptakan citra pribadi dengan “sempurna” sehingga dapat memberikan tekanan yang luar biasa untuk menghidupi. Konsultan pencitraan punya tugas berat mengatasi hal tersebut.

Politik: Konsultan Pencitraan dalam Hal Kebutuhan Politik

Pencitraan tak selalu diartikan negatif. Pencitraan menjadi kebutuhan politik tak terhindarkan. Tetapi sebagai Bangsa Indonesia dengan ideologi pancasila, pencitraan harus bisa dihindarkan dari percobaan yang  penuh  kebohongan dan manipulatif. Pencitraan yang sehat mestinya dijauhkan dari praktek kebohongan publik melalui festival ide dan gagasan yang tertuang dalam program rasional dan realistis. Program yang ditawarkan tersebut tidak hanya memberi jaminan menarik, tapi juga mampu dijalankan sehingga memberikan perubahan serta menjadi solusi untuk problem yang selama ini dihadapi oleh rakyat.

Jika pencitraan tidak dibarengi dengan kerja nyata, maka publik pasti menilai tokoh/merek tersebut hanya kosong belaka. Kerja nyata pun tidak sekadar kerja-kerja proyek insidental, apalagi seremonial, melainkan kerja sistemik yang terukur dan berdampak riil pada perbaikan. Keterukuran ini pun mesti transparan supaya publik memiliki ruang kontrol untuk mengevaluasi. Dan bagi konsultan pencitraan, ini merupakan kerja serius yang tidak selesai semalam. Polesan gincu sudah tidak zamannya. Butuh penguatan karakter dari dalam yang tertanam tahap demi tahap. Hasilnya tidak selesai diukur hanya dengan survei-survei sekilas, melainkan mendalam.

 

 

 

Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp