Jasa konsultan elektabiitas sepertinya sedang naik daun mulai dari awal tahun 2019 lalu. Bagaimana tidak, hal ini berbanding lurus dengan masa pemilu di Indonesia yang tercatat menjalani proses terlama dalam sejarah, bahkan di berbagai negara yang menganut sistem demokratis pun pemilu yang baru saja kita jalani merupakan pemilu dengan masa kampanye terlama.

Hal ini terbukti dengan banyaknya lembaga-lembaga survei yang mulai bermunculan di Indonesia dimana lembaga tersebut mengklaim bahwa lembaganya telah melakukan riset mengenai elektabilitas calon presiden dan wakilnya dari masing-masing kandidat.

Pemaparan di atas sesuai dengan pernyataan dari Nyarwi Ahmad dalam “Manajemen Komunikasi Politik dan Marketing Politik” (2012) dimana ada intensitas yang meningkat konstestan parpol dan calon kepala daerah memakai industri lembaga survei dan konsultan politik sejalan dengan pemilu langsung pasca-2004.

Lalu bagaimana prospek bisnis jasa konsultan elektabilitas di masa depan?

Berbicara mengenai prospek bisnis jasa konsultan elektabilitas di masa depan, sudah bisa kita lihat bahwa pelbagai lembaga survei dan konsultan politik kini mulai menjamur sejalan dengan semaraknya negara kita dalam mengadakan Pilkada, Pileg, dan Pilpres.

Oleh, sebab itu bisnis jasa konsultan ini dipastikan akan terus berkembang dan berpotensi untuk terus eksis mengimbangi jenis jasa konsultan lainnya yang telah lebih dulu berkembang di Indonesia. Lebih dari itu, jasa konsultan elektabilitas akan menjadi ladang bisnis baru yang mampu memberikan tingkat keuntungan yang cukup menggiurkan melebihi jasa riset konsultan lainnya.

Dikutip dari perbincangan antara satu pelaku bisnis jasa konsultan politik, Yunarto Wijaya, di salah satu stasiun televisi menyatakan bahwa dalam satu kali survei elektabilitas calon pemimpin bisa saja menghabiskan budget sekitar Rp 120-150 juta dengan 400 responden. Sedangkan, daerah yang sulit jangkauannya seperti Papua, maka harganya bisa mencapai dua kali lipatnya.

Tantangan apa yang akan dihadapi bisnis jasa konsultan elektabilitas di masa depan?

Melihat prospek bisnis jasa konsultan elektabilitas yang cukup menggiurkan, tidak mungkin akan berjalan mulus tanpa tantangan, bukan?

Ya, betul sekali. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi bisnis jasa konsultan elektabilitas ini di masa depan. Apa itu? Yuk simak pemaparannya di bawah ini.

  1. Hasil survei yang meleset dari dari hasil pertarungan pada pemilu akan menimbulkan masalah ketidakpercayaan publik pada lembaga survei yang kemudian akan mempengaruhi integritas lembaga konsultan tersebut.
  2. Semakin maraknya jasa konsultan elektabilitas yang tumbuh, maka akan menciptakan persaingan yang cukup signifikan; baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal ini tentu saja menjadi tantangan yang cukup besar dan ditakutkan akan ditemukan langkah-langkah yang bisa saling mematikan antarlembaga konsultan hanya karena kepentingan bisnis.
  3. Keselarasan lembaga dengan kode etik akan terus dipertanyakan dan diawasi oleh publik sebab lembaga survei dilarang melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilihan; benar-benar melakukan wawancara dalam survei; tidak mengubah data lapangan maupun dalam pemrosesan data; menggunakan metode ilmiah; serta melaporkan sumber dana. Hal tersebut bersesuaian dengan aturan dan ketetapan dari KPU Nomor 8 Tahun 2017.

Value of Consultant Business is Credibility and Integrity. 

Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp