Branding suatu produk memang diperlukan dalam setiap perusahaan. Sebab brand suatu produk dapat menjadi ciri khas dari perusahaan tersebut. Tanpa ada Branding, produk perusahaan bisnis Anda akan sulit dikenal oleh konsumen. Sebab tujuan branding memang bertujuan untuk mengenalkan brand produk Anda agar mudah diingat oleh semua orang. Secara umum brand bisa brupa nama, logo, simbol dan juga istilah, atau kombinasi dari keempatnya.

Ada beberapa unsur yang penting dalam melakukan branding. Kejelasan, konstan dan juga konsisten dengan tujuan yang luas. Seperti halnya, dapat menyampaikan pesan yang jelas pada visi dan misi perusahaan. Mampu untuk membangun kredibilitas produk dimata konsumen. Serta dapat menggerakkan dan juga memotivasi konsumen agar menjadi pelanggan setia.

sumber : pexels.com/ Henry&co

Adanya perubahan tren dan juga persaingan brand yang ketat. Sehingga membuat beberapa perusahaan melakukan rebranding. Banyak cara dilakukan untuk rebranding, seperti membuat tagline baru, maupun mengubah logo perusahaan. Terlebih lagi di era keterbukaan informasi seperti saat ini, yang membuat konsumen lebih kritis saat menerima informasi yanga ada. Yang perlu Anda ketahui masalah rebranding adalah suatu solusi terakhir yang digunakan untuk mempertahankan brand yang ada. Sehingga jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan rebranding.

Faktor Utama saat Melakukan Rebranding

sumber : pexels.com/ Serpstat

Secara umum terdapat dua faktor yang menjadi alasan penting sebuah perusahaan untuk melakukan rebranding, yaitu faktor eksternal dan juga faktor internal. Dalam faktor eksternal meliputi :

  1. Lingkungan bisnis yang semakin kompetitif
  2. Pandangat buruk dari konsumen yang melekat pada perusahaan
  3. Penurunan omset perusahaan yang disebabkan oleh adanya perubahan kondisi ekonomi

Sedangkan untuk faktor internal meliputi :

  1. Perubahan kepemilikan dan juga struktur pada perusahaan
  2. Meningkatkan brand perusahaan untuk mengatasi citra negatif
  3. Perubahan pada visi dan misi perubahan
  4. Kerja sama dengan perusahaan lain
  5. Citra brand yang sudah ketinggalan zaman

Terlepas dari kedua faktor tersebut. Menurut Muzellec dan Lambkin, menjelaskan kalau ada dua dimensi dasar dalam sebuah rebranding. Yaitu, Revolutionary rebranding (Mendefinisikan ulang) dan juga Evolutionary rebranding (Perkembangan yang kecil).

Tahapan Rebranding

sumber : pexels.com/ Timur Saglambilek

Secara teori rebranding memang hanya melakukan perubahan pada identitas brand yang sudah ada. Namun jika dilihat secara prosesnya, tidak semudah itu untuk dapat melakukan rebranding. Diperlukan persiapan dan tahapan yang perlu dilakukan agar proses rebranding bisa berjalan dengan baik.

  1. Evaluasi dan Riset

Sebelum melakukan rebranding. Diperlukan evaluasi terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan. Sebab jika Anda asal-asalan dalam melakukan rebranding, ada kemungkinan masalah yang sudah ada tidak bisa teratasi. Oleh karena itu dalam proses evaluasi, temukan permasalahan yang membuat Anda harus melakukan rebranding. Setelah evaluasi selesai, lakukan riset untuk menentukan positioning brand yang akan dibuat.

  1. Komunikasi dengan pemegang saham

Jika perusahaan yang ingin Anda rebranding mempunyai pemegang saham yang banyak. Anda perlu melakukan komunikasi kepada seluruh pemegang saham. Karena keputusan semua pemegang saham perusahaan akan mempengaruhi masa depan perusahaan tersebut.

  1. Membuat daftar rencana

Setelah semua proses diatas dilakukan. Buat daftar rencana dan penjelasan setiap porses dengan sebaik-baiknya tentang apa saja yang harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang baru.

  1. Dokumentasi proses rebranding

Tujuan dari membuat dokumentasi semua proses rebranding adalah untuk membuat arsip perusahaan, sehingga dikemudian hari dapat digunakan untuk pengambilan keputusan atau sebagai guidelines pada prose pengambilan keputusan di masa depan. Proses dokumentasi bisa berupa catatan yang ditulis mulai dari awal wacana rebranding sampai proses sosialisai.

  1. Sosialisai

Hal penting yang perlu dilakukan pada proses rebranding adalah sosialisai kepada masyarakat. Tanpa adanya sosialisai konsumen tidak akan mengetahui kalau ada rebranding pada perusahaan Anda.

Tips Agar Rebranding Tidak Gagal

sumber : pexels.com/ Caio Resendo

Setelah Anda memahami serangkaian alasan dan juga tahapan dalam melakukan rebranding. Berikut ini tips yang bisa Anda ikuti agar proses rebranding tidak mengalami kegagalan.

  1. Pahami nilai dan tujuan dari perusahaan, sehingga dalam menentukan perubahan akan tepat sasaran.
  2. Membuat strategi yang tepat.
  3. Melakukan analisis pada kompetitor, sehingga brand baru yang dibuat dapat bersaing dengan semua kompetitor.

Sebenarnya rebranding bukan satu-satunya cara untuk menghadapai adanya perubahan tren pada pola konsumen. Tetapi rebranding merupakan cara terakhir yang harus diambil ketika semua cara sudah tidak bisa mengatasi permasalahan yang ada.

loading...
Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp