Brand adalah simbol,nama, atau gabungan dari keduanya yang sering berperan sebagai pembeda (identifikasi) barang atau jasa terhadap produk lainnya. Berbicara mengenai merek secara tidak langsung akan membahas mengenai branding. Proses dimana produk dikenalkan kepada konsumen dengan cara yang telah ditentukan. Membangun brand yang kuat sama halnya dengan membuat pondasi rumah. Harus kuat dan terancang dengan berbagai aspek yang mendukung.

Loyalitas pelanggan termasuk dari salah satu manfaat yang akan diberikan brand kepada perusahaan. Secara otomatis, konsumen sudah percaya dengan kualitas produk A akan kembali membeli lagi barang tersebut tanpa memikirkan apapun. Pada tahapan ini bisa dipastikan bahwa perusahaan berada pada level dimana konsumen sangat bergantung dengan produk. Mereka tidak akan meninggalkan barang meskipun pebisnis menaikan harga jual. Misalnya, semakin derasnya permintaan pasar akan hadirnya iPhone terbaru.

Brand yang baik membawa pelaku bisnisnya pada citra baik pula, dan sebaliknya. Merek tidak hanya masalah kemasaran produk yang menarik. Namun, lebih dari itu karena harus disesuaikan dengan apa yang diinginkan masyarakat, berbeda dari kompetitor, dan diletakan pada positioning yang tepat. Langkah tersebut tidak bisa dikatakan mudah, karena pada prakteknya masih banyak pebisnis yang belum berhasil.

Berikut beberapa cara yang bisa digunakan dalam membangun dan memperkuat brand.

Positioning yang Tepat

Cara pertama membangun merek adalah memiliki positioning yang tepat untuk konsumen. Tujuannya tidak lain untuk menjadi nomor satu dibenak masyarakat. Sebenarnya ada banyak metode yang bisa dilakukan. Namun, sebagai seorang pebisnis Anda bisa memulai dengan menspesifikan produk diingatan konsumen. Misalnya, Aqua yang menjadi produk air mineral nomor satu. Sampai pada tahap dimana perusahaan menemukan kata kunci dalam memahami apa yang dibutuhkan konsumen.

Brand Value yang Tepat

Setelah ketepatan positioning cara berikutnya adalah menentukan brand value untuk menyesuaikan keinginan konsumen. Bisa diibaratkan dengan pakaian, ketika positioning dianalogikan sebagai kesesuaian ukuran. Brand value adalah kecocokan warna dan bahan dari pakaian tersebut. Dari penjelasan ini terlihat jelas bahwa brand value akan sering berubah, jika dibandingkan dengan positioning.

Konsep yang Tepat

Cara terakhir dalam membangun brand ialah konsep produk yang ingin diperkenalkan kepada konsumen. Tahapan ini termasuk sebagai pengembangan kreatif. Dimana proses akan terus berubah-ubah mengikuti alur bisnis. Jadi, konsep yang tepat akan menunjukan perusahaan pada ketepatan positiong dan meningkatan brand value.

Sudah sewajar sebagai pondasi brand harus dibangun sekuat mungkin. Jasa konsultasi brand yang sekarang bermunculan akan membantu proses tersebut. Namun, yang harus diperhatikan bukan kesulitan itu, melainkan fluktuasi bisnis yang membuatnya berbeda dengan bidang lainnya. Semoga bermanfaat.

Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp