Masih hangat bukan suasana pesta rakyat beberapa waktu lalu? Ya, apa lagi kalo bukan pesta demokrasi yang dilalui dengan pemilu. Meski banyak pro dan kontra, namun pesta pemilu harus tetap dinikmati sebagai kegiatan terpenting dalam panggung demokrasi.

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan istilah ‘hasil polling sementara’ dimana ada beberapa lembaga yang aktivitasnya melakukan quick count terhadap hasil pemilu. Nah, dengan maraknya lembaga yang melakukan survei, maka akan berbanding lurus pula dengan keberadaan konsultan politik. Apalagi banyak tersebar berita adanya penggunaan jasa konsultan politik asing.

Wah, konsultan politik dalam negeri pada kemana ya? Apakah eksistensi dalam negeri masih cukup mempuni untuk dipakai jasanya? Nah, jika berita tersebut benar berarti pemerintah rela menghabiskan kocek cukup besar untuk menggunakan jasa konsultan politik. Oleh sebab itu, Anda akan tahu betapa pentingnya konsultan politik pada masa pemilu.

Melihat sebegitu penting posisi konsultan politik membuat beberapa pihak cukup penasaran dan bertanya-tanya ‘bagaimana sih cara kerja konsultan politik ?’ Maka dari itu, di bawah ini akan dibahas lengkap mengenai langkah cara kerja konsultan politik.

Langkah Cara Kerja Konsultan Politik 

Secara umum, konsultan politik menggunakan 3 cara kerja, loh. Ketiga cara kerja tersebut ialah mapping, monitoring, serta mobilizing. Ketiga jenis layanan tersebut akan di tawarkan oleh para konsultan kepada client untuk mencapai tujuan sang client tersebut dalam masa pemilu.

  1. Mappingialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk melakukan pemetaan daerah politik. Langkah-langkah yang bisa diambil dalam proses mapping ini yaitu melakukan pemetaan jaringan, sebagai media komunikasi, dan melakukan survei perilaku pemilih. Setelah ketiga langkah tersebut dilakukan, maka konsultan akan melakukan analisa mendalam untuk mengetahui secara detail perilaku pemilih di suatu daerah. Setelah itu, menyesuaikan cara terbaik untuk mengenalkan sang calon dengan berbagai proses komunikasi.
  2. Monitoring, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk memantau opini publik terkait citra sang klien. Setelah itu, mengambil langkah strategis yang telah ditentukan sebelumnya untuk memonitoring atau mengawasi semua hal yang terjadi di lapangan menyangkut posisi sang client di masyarakat.
  3. Mobilizing, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk melakukan mobilisasi sang client agar dapat melakukan promosi dan mengangkat citra baik sang client. Hal-hal lain yang menyangkut keberlangsungan pemilu juga akan dilakukan serempak ketika kegiatan mobilizing dilakukan.

 

Dari ketiga point umum di atas, bisa diuraikan lagi menjadi langkah-langkah berikutnya sebagai cara kerja konsultan politik. Berikut langkah cara kerja konsultan berikutnya ya.

  1. Training, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk melakukan pelatihan, baik pelatihan untuk sang client maupun untuk para anggota tim. Misalnya melakukan pelatihan manajemen tim sukses, pelatihan para saksi pada saat pemilu, dan pelatihan lainnya sesuai yang diinginkan dan dibutuhkan sang client.
  2. Pendampingan, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk mendampingi sang client. Mulai dari proses mendapatkan posisi bakal calon menjadi calon resmi, mencari sponsor, membangun citra diri dan partai, hingga mendampingi apabila client apabila ada konflik pasca pemilu.
  3. Creat a Strategy, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk membantu sang client untuk membuat strategy paling ampuh agar mampu memenangkannya pada pesta demokrasi nantinya. Strategi bisa dibuat setelah mengetahui dan mendapatkan hasil analisa dari mapping, montoring, dan juga mobilizing. Strategi yang paling dominan ialah mengenai pencitraan diri.
  4. Mengumpulkan Massa, ialah layanan yang digunakan oleh para konsultan untuk membangun semacam mesin suara dimana setelah melakukan mobilizing bersama client, konsultan juga bertugas mengiring para pendukung dan bahkan merangkul pendukung baru untuk dikumpulkan. Dimana nantinya mereka akan menjadi massa yang cukup untuk memenangkan perolehan angka tertinggi pada saat pemilu tiba.
loading...
Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp