Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi adalah suatu draft rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Bukankah setiap perusahaan memiliki tujuan sasaran tertentu? Misalnya, ingin mengusai pasar, menjadi tingkat teratas pada produk sejenis, atau mendapatkan keuntungan yang signifikan setiap tahunnya. Maka dari itu, strategi merupakan hal wajib yang harus ada dan dipikirkan dengan matang oleh suatu perusahaan.

Adapun strategi itu sendiri terdiri dari beberapa bidang, seperti strategi pemasaran, strategi harga, dan strategi produk. Nah dari ketiga bentuk strategi tersebut, strategi produk ialah hal utama yang harus dipikirkan untuk memenangkan pasar. Setidaknya Anda harus memikirkan produk agar mampu menjadi pembeda dan unggul jika dibandingkan dengan produk yang ditawarkan pesaing. Selain itu, brand produk juga harus dipikirkan. Brand strategi merupakan bagian strategi produk, loh!

Sudahkan Anda melaksanakan brand strategi? Atau Anda ingin melakukan brand strategi? Yuk, baca selengkapnya artikel kali ini! Artikel kali ini akan membahas mengenai 7 ruang lingkup dalam brand strategi.

Nah, jika Anda belum mengetahui apa itu brand strategi, maka Anda wajib baca selengkapnya di laman ‘Apa itu brand strategi?’ Di sana akan dibahas lebih mendalam mengenai dasar dari pembahasan materi brand strategi itu sendiri.

sumber : www.passiondesigns.web.id

4 ruang lingkup dalam brand strategi tersebut mencakup :

  1. Memenuhi Harapan Konsumen

    Apa maksudnya harapan dalam brand? Bagaimana bentuk harapan itu sendiri?
    Ruang lingkup dalam brand strategi yang satu ini yakni mengenai kualitas brand Anda yang harus memenuhi atau melebihi harapan dari konsumen dalam setiap interaksi dan pengalaman mereka. Jika harapan mereka terpenuhi, maka brand Anda akan cepat dikenal oleh masyarakat.Sebaliknya, jika brand Anda gagal memenuhi harapan para konsumen, maka konsumen akan menjadi bingung dan kecewa. Lalu, mereka akan meninggalkan brand Anda dan mencari brand lain yang memenuhi harapan mereka sepanjang waktu.

  2. Konsistensi Standar Branding

    Konsistensi yang dimaksud ialah konsisten pada brandmark suatu produk. Biasanya kekonsistenan tersebut akan menghasilkan suatu identitas yang tanpa disadari akan melekat kuat di benak konsumen. Misalnya hanya dengan melihat sekilas warna, bentuk, atau jingle, para konsumen akan secara otomatis mengenal produk tersebut sebagai brandmark perusahaan Anda. Oleh sebab itu, konsistensi dalam branding sangat diperlukan.

  3.  Memanfaatkan Emosional Pelanggan

    Emosi para pelanggan harus terus dibangun agar tetap menginginkan produk yang Anda tawarkan. Misalnya, membangun hubungan yang akrab dengan para pelanggan agar mereka merasa antusias dan ingin kembali membeli produk tersebut. Selain itu, dengan memanfaatkan emosi para pelanggan maka Anda akan mampu membuat mereka menganggap brand tersebut adalah bagian dari diri mereka, sehingga mereka tak akan segan membeli produk Anda meski dengan kocek yang cukup banyak. Maka dari itu, pahamilah bahwa emosional pelanggan sangat berperan penting dalam usaha branding bisnis Anda

  4. Fleksibel dalam Aktivitas Branding

    Meskipun suatu brand diwajibkan untuk bersifat konsisten, namun tak serta merta ia menjadi bersifat kaku. Anda juga harus bisa menjadikan brand tersebut bersifat cukup fleksibel. Maksudnya bagaimana bersifat konsisten dan fleksibel dalam satu lingkup yang sama? Konsisten pada brand digunakan untuk menentukan tujuan merek, logo, penggunaan warna, bahasa, template, maupun kualitas. Sedangkan fleksibel memungkinkan brand Anda untuk menyesuaikan promosi, slogan, dan bahkan memodernisasi serta modifikasi identitas untuk menarik minat konsumen di pasaran.

Nah, jika Anda ingin brand pada produk Anda memiliki citra yang baik. Maka, tidak ada salahnya jika kalian mencoba untuk melaksanakan keempat point di atas, ya!

loading...
Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp