Seperti yang sudah dipahami bahwa dunia bisnis memiliki daya tarik berbeda dibandingkan dari bidang lainnya. Brand yang bisa dibilang sebagai maskot sebuah produk menjadi bagian yang tidak boleh tertinggal dari pembahasan bisnis. Merek bukan hanya sekedar nama dan simbol, melainkan memiliki maksut tersirat yang bertujuan untuk menarik konsumen. Brand positioning sendiri dilakukan untuk mempermudah perusahaan menempatkan barang atau jasa pada konsumen potensial.

Kevin Lane Keller menyatakan bahwa brand positioning ialah sebuah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk merancang penawaran dan citra. Sehingga memberikan value berbeda dalam pikiran khalayak. Pendapat tersebut tentu merujuk pada keuntungan bisnis yang mampu mencapai ketepatan posisi merek. Dimana produk berada pada market yang sesuai. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa tanggung jawab tersebut tidaklah mudah.

Banyak dari pelaku bisnis yang belum bisa melakukan brand positioning dengan tepat, sehingga berdampak buruk pada kurva penawaran. Tidak jarang para pebisnis salah sasaran dan asal meluncurkan produk. Kondisi ini menjadi semakin parah, ketika konsumen tidak memberikan respon, dan melupakan produk. Secara otomatis hal itu akan menghambat perkembangan perusahaan.

Sebenarnya, banyak cara atau metode yang bisa digunakan untuk menangani permasalahan tersebut. Namun, beberapa 4 kesalahan ini yang bisanya menjadi puncak dari kegagalan sebuah merek.

Doubful Positioning

Kesalahan pertama terjadi ketika perusahaan melakukan pemasaran yang berlebihan. Salah satu contohnya, mengunakan klaim yang berlebihan terhadap produk yang ditawarkan. Kondisi ini membuat konsumen berspekulasi hanya akan termakan iklan. Seharusnya, lebih bijak ketika proses marketing dilakukan dengan sederhana dan rasional. Namun, tetap sesuai dengan nilai yang ingin ditonjolkan.

Confused Positioning

Selanjutnya brand positioning terjadi ketika terjadi banyak perubahan terhadap produk. Sebagai pebisnis Anda tentu memperlukan pengembangan brand agar sesuai dengan keinginan konsumen. Namun, akan lebih baik ketika perubahan barang atau jasa memiliki ukuran yang tepat. Hal tersebut digunakan untuk menghindari kebingungan dari konsumen. Bagaimanapun, user menjadi subjek terpenting dalam bisnis. Jadi, sudah sewajarnya Anda mengikuti kebutuhan mereka.

Over Positioning

Berikutnya, berlebihan melakukan promosi. Perusahaan berusaha menanamkan merek pada masyarakat secara tinggi. Strategi pemasaran dengan biaya tinggi melibatkan banyak pihak yang berpengaruh dan lainnya. Inilah kesalahan ketiga dari brand positioning. Kenapa? Karena secara tidak langsung dampak yang muncul dalam benak konsumen produk yang Anda tawarkan pasti harga mahal, dan tidak semua orang bisa membeli.

Under Positioning

Kesalahan terakhir dari brand positiong ialah kurang tepat dalam menonjolkan keunggulan produk. Nilai yang dianggap plus bagi perusahaan, namun bagi pembeli value itu sudah bukan hal yang istimewa lagi. Sehingga market yang ditargetkan tidak tertarik dengan apa yang perusahaan tawarkan.

Brankas Bro Live Chat
Send via WhatsApp